Karawang Intalasiberita.com-Umat Hindu yang tergabung dalam Hindu Dharma Sangga Bhuwana Karawang menggelar upacara Manusa Yadnya berupa ritual Metatah (potong gigi) dan Menek Kelih secara bersama-sama.
Kegiatan ini berlangsung di kompleks rumah ibadah Pura Agung Sangga Bhuwana Resinda, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Rabu (19/4/2026).
Ketua panitia, I Putu Kerta, menjelaskan bahwa ritual metatah merupakan simbol peralihan dari masa anak-anak menuju kedewasaan, sekaligus sebagai proses pembersihan diri secara spiritual.
“Metatah ini bermakna mempersembahkan diri dari fase anak-anak menuju dewasa.
Ini juga sebagai upaya menyambungkan kesiapan mental dan spiritual generasi muda agar siap menghadapi tahap kehidupan berikutnya,” ujarnya.
Ia menuturkan, dalam ajaran Hindu terdapat konsep enam musuh dalam diri manusia yang perlu dikendalikan.
Ritual potong gigi dilakukan secara simbolis sebagai bentuk pembersihan dari sifat-sifat buruk tersebut, bukan untuk meratakan gigi secara fisik.
“Pemotongan ini hanya simbolis, terutama pada gigi bagian depan dan taring.Maknanya adalah membersihkan sifat buruk dalam diri, agar ke depan mereka lebih siap secara mental dan tetap berada dalam koridor Dharma,” jelasnya.
Menurutnya, Manusa Yadnya merupakan rangkaian upacara kehidupan manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.
Metatah menjadi salah satu fase penting dalam mempersiapkan individu memasuki masa dewasa dengan bekal spiritual yang kuat.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 37 peserta dari 21 keluarga mengikuti rangkaian ritual.
I Putu Kerta menyebut, kegiatan ini merupakan kali pertama digelar secara bersama oleh komunitas tersebut, mengingat persiapan yang cukup panjang serta kebutuhan sarana dan prasarana yang tidak sederhana.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini.Ke depan bisa menjadi agenda rutin, mungkin setiap tiga atau lima tahun sekali, agar generasi muda Hindu memiliki bekal yang kuat saat memasuki masa dewasa,” pungkasnya.(Kry)



