Karawang Intalasiberita.com-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang, KH Masykur H. Mansyur, mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun 2025 ke 2026 sebagai momentum refleksi, empati, dan penguatan nilai kebersamaan, bukan semata perayaan dan euforia.
Menurut Mansyur, meskipun malam tahun baru kerap dirayakan dengan gemerlap dan kegembiraan, tidak semua masyarakat merasakannya. Di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, banyak warga harus menyambut pergantian tahun dalam suasana duka akibat banjir bandang dan bencana alam.
“Di tengah kemeriahan, kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Tahun baru harus menjadi ruang empati dan kepedulian,” kata Mansyur, Selasa (1/1/2026).
Ia menegaskan, datangnya tahun 2026 semestinya dimaknai sebagai awal baru untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan. Dalam ajaran Islam, hal itu dikenal sebagai muhasabah, yakni proses menimbang kembali amal perbuatan dan memperbaiki diri melalui introspeksi, taubat, serta tekad untuk berubah.
“Muhasabah mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Tanpa itu, tidak akan ada perbaikan yang nyata,” ujarnya.
Mansyur juga mengingatkan agar euforia pergantian tahun tidak diwujudkan dalam perilaku berlebihan. Ia merujuk pada pesan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, yang meminta masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai momentum refleksi spiritual dan penguatan komitmen kebangsaan, bukan sekadar pesta tanpa makna.“Malam tahun baru seharusnya diisi dengan kegiatan positif, seperti doa, kebersamaan keluarga, dan aktivitas yang membawa manfaat,” kata Mansyur.
Selain refleksi pribadi, FKUB Karawang juga menekankan pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Menurut Mansyur, perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan dialog.
“Forum seperti FKUB hadir untuk membangun komunikasi dan mencegah konflik agar keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan semangat muhasabah, pengendalian diri, dan penguatan kerukunan, tahun 2026 dapat menjadi langkah bersama menuju masyarakat yang lebih damai, adil, dan berkeadaban.(Kry)


Lintas Indonesia
Taktis.web.id
Zonix.web.id
Pojok Media
Politikanews
Gepani.web.id
Borneonews.web.id
Kalbarsatu.web.id
Karawang Bergerak
Bukafakta.web.id
Radarkita.web.id
Inspirasi.web.id
Indeka.web.id
Kampara.web.id
Linkbisnis.co.id
Expose.web.id
Suarakotasiber
RIzki Suarana