Karawang Intalasiberita.com-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang bersama umat Buddha menggelar aksi berbagi takjil di bulan suci Ramadan.
Sebanyak 1.000 porsi kuliner khas Ramadan ludes dalam waktu sekitar 40 menit di depan Vihara Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir. H. Juanda, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026).
Takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, mulai dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor, ojek online, hingga pengemudi mobil.
Warga tampak antusias dan gembira menerima takjil yang dibagikan langsung oleh Ketua FKUB Karawang bersama para relawan yang berbaris di tepi jalan.
“Terima kasih, Bapak. Ini sangat bermanfaat, semoga tahun depan ada lagi,” ujar seorang pengemudi ojek online sembari tersenyum.
Kegiatan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas sedikit tersendat. Meski diguyur gerimis tipis, para panitia tetap bersemangat membagikan takjil hingga seluruh paket habis dibagikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Wakil Ketua FKUB Karawang beserta sejumlah anggota.Perwakilan umat Buddha, baik ibu-ibu maupun remaja, turut ambil bagian.
Tokoh agama dari Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu juga memberikan dukungan agar kegiatan berjalan lancar dan aman.
Koordinator acara, Budhi, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini bukan pertama kali dilakukan, melainkan rutin digelar setiap tahun.
Menurutnya, partisipasi umat Buddha dalam kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan dan toleransi terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Kami umat Buddha berpartisipasi dalam pembagian takjil ini sebagai wujud ajaran cinta kasih universal, yakni memberikan kepedulian kepada semua makhluk dan sesama manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Karawang menegaskan bahwa puasa bagi umat Islam tidak hanya berfokus pada ibadah ritual kepada Tuhan (hablun minallah), tetapi juga mengasah empati, solidaritas, dan kepedulian sosial (hablun minannas).
Ia menambahkan, kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar membagikan makanan dan minuman menjelang berbuka, melainkan simbol nyata kerukunan antar umat beragama yang telah terjalin erat di Kabupaten Karawang.
Momentum Ramadan, katanya, menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk saling berbagi, melainkan kekuatan untuk membangun masyarakat yang damai dan harmonis.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang memperluas kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.(Kry

