Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Kemarau Meluas di Karawang, BPBD Salurkan Air Bersih ke Cintalanggeng dan Sirnabaya, Warga Diimbau Waspada Karhutla

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-07T10:58:02Z
Karawang Intalasiberita.com–Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang. Hingga awal Agustus 2026, sedikitnya lima kecamatan terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, belasan desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit mata air serta mengeringnya sumur-sumur milik warga. Kondisi tersebut memaksa masyarakat mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Karawang pada Jumat (7/8/2026) kembali menyalurkan bantuan air bersih ke dua titik terdampak, yakni Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, dan Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur. Distribusi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karawang, Ferry Muharam, mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan secara bertahap sesuai laporan dari wilayah terdampak.

"Hari ini BPBD mendistribusikan air bersih ke dua titik krisis air bersih, yaitu Desa Sirnabaya dan Desa Cintalanggeng. Kami juga melakukan monitoring agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat lima kecamatan dengan sedikitnya 13 desa yang telah melaporkan mengalami krisis air bersih. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan curah hujan belum kembali normal.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD menggandeng berbagai pihak dalam pendistribusian air bersih. Kolaborasi dilakukan bersama Perumdam Tirta Tarum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar distribusi air bersih dapat berjalan maksimal dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan," katanya.

Selain fokus pada penanganan darurat, BPBD juga mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan menyiapkan solusi jangka panjang guna mengurangi dampak kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Karawang. Penguatan infrastruktur sumber air bersih dinilai menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan saat musim kemarau.
BPBD turut mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama musim kemarau. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat seiring cuaca panas dan minimnya curah hujan.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok maupun sumber api sembarangan. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta merusak lingkungan," tutup Ferry.(Kry)
×
Berita Terbaru Update