Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Ritual Metatah di Karawang, FKUB Soroti Nilai Pengendalian Diri dan Toleransi Umat

Minggu, 19 April 2026 | April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T05:40:58Z
Karawang Intalasiberita.com-Umat Hindu yang tergabung dalam Hindu Dharma Sangga Bhuwana Karawang menggelar upacara Manusa Yadnya berupa ritual Metatah (potong gigi) dan Menek Kelih secara bersama-sama, Rabu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di kompleks rumah ibadah Pura Agung Sangga Bhuwana Resinda, Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 

Upacara ini diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah serta dihadiri tokoh lintas agama dan unsur pemerintah daerah.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang, Masykur Mansur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang turut mengundang berbagai tokoh agama di Karawang.
Ia menekankan bahwa ritual Metatah tidak sekadar prosesi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Karawang.

“Ini bukan hanya tentang prosesi potong gigi, tetapi menunjukkan tingkat kebersamaan dan toleransi umat beragama di Karawang yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti nilai-nilai moral yang terkandung dalam ritual Metatah, khususnya bagi generasi muda yang sedang memasuki masa remaja.

 Nilai-nilai tersebut meliputi pengendalian diri dari enam sifat buruk manusia, seperti nafsu (kama), keserakahan (loba), amarah (krodha), kebingungan (moha), mabuk atau ketergantungan (mada), serta iri hati (matsarya).

Menurut dia, pengendalian terhadap sifat-sifat tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda yang lebih baik, sekaligus relevan dengan ajaran berbagai agama.
“Nilai-nilai ini bersifat universal. Hampir semua agama mengajarkan hal yang sama, yaitu pentingnya mengendalikan diri dan menjauhi sifat-sifat buruk,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.

Kegiatan Metatah dan Menek Kelih ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan moral serta penguatan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Karawang.(Kry)
×
Berita Terbaru Update