Karawang Intalasiberita.com-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan halalbihalal yang dipadukan dengan program “Kemenag Mengaji”, Kamis malam (2/4/2026), di Aula H.Sopiyan. Kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpegawai dan pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karawang H.Aep Syaepuloh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang Dr.H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang H.Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr.H. Sopian, S.Pd.I., M.Si., menjelaskan bahwa “Kemenag Mengaji” merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon.
Dalam kegiatan tersebut, selain diisi dengan tawasul, tahlil, dan tausiah dari para kiai, juga disertai pemberian santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim.
“Ini sebenarnya agenda rutin kami setiap malam Jumat Kliwon. Namun, malam ini menjadi lebih istimewa karena sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan halalbihalal ASN Kementerian Agama,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan halalbihalal kali ini digelar lebih besar dari biasanya dengan melibatkan sekitar 1.050 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Karawang.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Karawang, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh agama dan organisasi, termasuk perwakilan PWNU Jawa Barat dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Barat.
Tidak hanya itu, momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus BWI Kabupaten Karawang, sehingga semakin menambah nilai strategis kegiatan.
“Ini menjadi momen penting karena beberapa kegiatan bisa dipadukan dalam satu rangkaian melalui program Kemenag Mengaji. Tujuan utamanya adalah memperkuat silaturahmi, sinergi antarinstansi, serta pembinaan bagi pegawai Kementerian Agama,” kata Sopian.
Ia menambahkan, program Kemenag Mengaji telah dijalankan sejak 2015 dan terus berlanjut hingga saat ini.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus mempererat hubungan antarpegawai dan dengan pemerintah daerah.
Terkait kebijakan Work From Home (WFH), Sopian menegaskan bahwa pihaknya mengikuti arahan dari Kementerian Agama pusat melalui Kanwil dan Sekretariat Jenderal.
Bahkan, penerapan WFH di lingkungan Kemenag sudah dilakukan sejak sebelumnya, khususnya setiap hari Jumat.
“Kami tinggal menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Namun yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama di Kantor Urusan Agama (KUA) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti layanan pernikahan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Karawang berharap sinergi antarinstansi dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan, seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.(kry)




