Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Ribuan Kades Ikut Aksi Damai Mengsuarakan Stop Intimidasi Aparatur Desa di Karawang, Berlangsung Tertib dan Kondusif

Senin, 06 April 2026 | April 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T15:30:59Z
Karawang Intalasiberuta.com-Aksi damai yang digelar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat berlangsung tertib di depan PT Pertiwi Lestari, kawasan Atagraha, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Senin (6/4/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diwarnai penyampaian aspirasi, tetapi juga dialog terbuka antara perwakilan perusahaan dan pengurus APDESI Jawa Barat sebagai upaya meredam ketegangan yang sempat mencuat.

Perwakilan manajemen PT Pertiwi Lestari, Dwi Rustianto, dalam forum dialog menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi sebelumnya, yang melibatkan perangkat desa.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para kepala desa, khususnya Kepala Desa Wanasari beserta masyarakat.Kami juga sepakat untuk menuntaskan persoalan ini melalui proses hukum,” ujar Dwi.
Ia menjelaskan, salah satu pokok persoalan yang dibahas dalam audiensi tersebut adalah kericuhan yang terjadi pada akhir Maret lalu. 

Selain itu, turut disoroti keberadaan kabel fiber optik sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer yang melintasi wilayah Desa Wanasari dan melibatkan sejumlah penyedia layanan (provider).

Menurut Dwi, para provider telah menyatakan kesediaan untuk segera mengurus perizinan sesuai ketentuan yang berlaku di tingkat desa.

Pihak perusahaan pun akan melayangkan surat peringatan kepada masing-masing provider agar memenuhi kewajiban administrasi tersebut.
kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan.Di luar dua hal tersebut, kami tidak mempermasalahkan hal lain dan ingin menjaga hubungan baik dengan semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Ketua APDESI Jawa Barat, H.Sukarya WK, SH, menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan bentuk respons atas dugaan intimidasi terhadap perangkat desa saat menjalankan tugas komunikasi dengan pihak perusahaan.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak desa telah dua kali melayangkan surat resmi untuk meminta data dan klarifikasi, namun tidak mendapat tanggapan. 

Situasi kemudian memanas saat dilakukan kunjungan langsung yang berujung pada kesalahpahaman dan insiden kekerasan.

“Kami datang bukan untuk mencari keributan, tetapi untuk meminta kejelasan.

Namun yang terjadi justru pengeroyokan terhadap perangkat desa.Ini yang kami sesalkan,” ujarnya.

Sukarya menegaskan, APDESI Jawa Barat berkomitmen melindungi aparatur desa dari segala bentuk intimidasi.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarkepala desa di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Kami ini bagian dari pemerintahan, bukan kelompok anarkis.Kehadiran kami adalah bentuk solidaritas.Jika ada desa yang diintimidasi, kami siap turun bersama,” tegasnya.

Terkait penyelesaian kasus, APDESI memastikan akan menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian.

Aksi damai tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak untuk menjaga kondusivitas serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan administratif yang berlaku. (Kry)
×
Berita Terbaru Update