KARAWANG, Intalasiberita.com-Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dipadukan dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Husni Hamid dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, hingga pelaku usaha.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UKM) Karawang, H.Dindin Rachmadhy, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Ini bentuk kolaborasi dalam perencanaan pembangunan, melibatkan berbagai pihak seperti OPD, akademisi, organisasi, hingga pelaku UMKM.
Tujuannya agar semua bisa melihat dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut terdapat dua sesi utama, yakni forum perencanaan dan bazar UMKM.
Bazar tersebut diikuti sekitar 20 pelaku UMKM serta 15 peserta yang menampilkan produk kerajinan dan ekonomi kreatif lokal.
“Memang masih terbatas, tetapi ini menjadi langkah awal untuk menampilkan potensi unggulan daerah, baik produk kriya maupun sektor ekonomi kreatif lainnya,” katanya.
Menurut Dindin, sebagian besar pelaku UMKM yang terlibat masih berada dalam kategori usaha kecil dengan omzet di bawah Rp2 miliar per tahun.
Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Ia menegaskan, penguatan UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah daerah, sesuai arahan Bupati Karawang, tidak hanya mempertahankan pelaku usaha lama, tetapi juga mendorong munculnya wirausaha baru.
“Tahun ini, kami tetap melanjutkan program pendampingan UMKM.
Setiap kecamatan didampingi sekitar 100 pelaku UMKM, dan pendampingan ini akan terus berlanjut untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka,” jelasnya.
Dindin juga mengakui bahwa kondisi ekonomi global turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Namun, ia optimistis sektor UMKM di Karawang masih memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang.
“Kita harus tetap mendorong UMKM agar bisa beradaptasi, apalagi di tengah tantangan ekonomi global.
Selama tidak ada tekanan besar seperti kenaikan harga bahan bakar, UMKM masih memiliki peluang untuk tumbuh,” pungkasnya.(Kry)




