Karawang Intalasiberita.com-Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, sukses digelar pada Rabu (29/4/2026).
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan beragam layanan publik dalam satu lokasi.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Karawang H.Maslani, jajaran kepala dinas, serta unsur pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Puskesmas Cilamaya Wetan, dr.Ahmad Nurdin, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian pemerintah daerah yang dinilai semakin menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat bawah.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami di lini pelayanan kesehatan.Kehadiran pemerintah daerah memberikan dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja di lapangan, sekaligus membuka ruang evaluasi melalui masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Vision Center di Puskesmas Cilamaya Wetan.Fasilitas ini menjadi pusat layanan pemeriksaan kesehatan mata berbasis pelayanan primer yang berfokus pada deteksi dini gangguan penglihatan.
Menurut Ahmad Nurdin, Vision Center berperan dalam melakukan skrining awal terhadap berbagai gangguan mata, seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat, mata silinder, hingga katarak.
Program ini menyasar terutama kalangan pelajar yang dinilai rentan mengalami gangguan penglihatan akibat paparan perangkat digital sejak usia dini.
“Melalui Vision Center, kami ingin memastikan anak-anak tetap optimal dalam proses belajar.
Skrining dilakukan berjenjang, mulai dari sekolah oleh guru yang telah dilatih, hingga pemeriksaan lanjutan di puskesmas,” katanya.
Sepanjang 2025, Puskesmas Cilamaya Wetan telah menyalurkan sekitar 300 kacamata gratis kepada pelajar.Pada 2026, jumlah tersebut meningkat dengan alokasi sebanyak 945 kacamata dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Program Vision Center sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan lembaga nirlaba internasional, Fred Hollows Foundation, yang berfokus pada kesehatan mata anak. Implementasinya masih terbatas, dengan Kabupaten Karawang dan Garut menjadi lokasi percontohan di Jawa Barat.
Ke depan, layanan ini diharapkan dapat diperluas, termasuk integrasi dengan layanan BPJS Kesehatan agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan dan bantuan kacamata secara lebih luas.
“Harapannya, program ini benar-benar membantu masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak mengalami hambatan dalam pendidikan akibat gangguan penglihatan,” kata Ahmad Nurdin.(Kry)


