Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Pelatihan Jurnalistik Dorong Profesionalisme Penyuluh Agama di Karawang

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T07:44:34Z

Karawamg Intalasiberita.com-Pelatihan jurnalistik bagi penyuluh agama digelar di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, Senin (8/2/2026). 


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme penyuluh agama melalui kemampuan jurnalistik yang akurat, informatif, dan bertanggung jawab.


Pelatihan tersebut diikuti oleh para penyuluh agama dari berbagai kecamatan di Karawang. Mereka dibekali pemahaman dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, serta etika penyampaian informasi di ruang publik.


Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Karawang, H.Yakub Lubis Al Fauzi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan menulis menjadi bagian penting dari peran penyuluh agama di era derasnya arus informasi.Menurut Yakub, pelatihan jurnalistik bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis menulis berita, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menjaga kebenaran.


“Penyuluh agama itu ibarat pelita di malam gelap. Cahayanya mungkin tidak selalu besar, tetapi menentukan arah langkah banyak jiwa. Jurnalistik adalah cara pelita itu memancarkan cahaya lebih jauh,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa informasi yang tidak ditulis akan mudah hilang, sementara informasi yang tidak disampaikan dengan benar berpotensi digantikan oleh kabar keliru. Karena itu, penyuluh agama yang memiliki kemampuan jurnalistik dinilai mampu menjadi penjaga moral di ruang publik.


“Di tengah maraknya hoaks dan opini tanpa tanggung jawab, penyuluh agama yang bisa menulis adalah penjaga kebenaran,” kata Yakub.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tulisan para penyuluh bukan hanya laporan kegiatan, melainkan jejak dakwah, rekam pengabdian, dan saksi sejarah. Oleh sebab itu, jurnalis penyuluh agama harus memiliki hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan niat yang lurus.


“Tidak semua orang mau mendengar ceramah, tetapi banyak orang diam-diam membaca dan terpengaruh oleh tulisan,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Yakub mengajak para peserta mengikuti pelatihan dengan penuh kesadaran moral, agar mampu menjadi penyuluh yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga bijak menulis dan jujur menyampaikan kebenaran.(kry)

×
Berita Terbaru Update