Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, H. Rohman, mengatakan bahwa penunjukan Karawang sebagai lokasi kegiatan merupakan sebuah kehormatan besar. Menurutnya, persiapan dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
“Informasinya kami hanya empat hari. Awalnya kegiatan ini direncanakan di daerah lain, namun pada hari Sabtu kami mendapat panggilan bahwa Karawang ditunjuk sebagai lokasi pengumuman Indonesia sebagai negara swasembada pangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa sejak 31 Desember 2025, Indonesia telah mencapai status swasembada pangan nasional. Pengumuman itu sekaligus menegaskan posisi Karawang sebagai daerah strategis dalam ketahanan pangan nasional.“Ini luar biasa dan menjadi keberkahan bagi masyarakat Karawang, karena langsung diumumkan oleh Presiden di sini. Ini sejarah bagi Karawang sebagai lumbung padi nasional dan lumbung padi Jawa Barat,” kata Rohman.
Ia berharap momentum ini dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan petani Karawang. Menurutnya, sejalan dengan slogan Karawang Maju, petani juga harus semakin maju dan sejahtera.
Rohman juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo di sektor pertanian, di antaranya penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, serta kebijakan penurunan harga pupuk hingga 20 persen.
“Dengan kebijakan ini, petani bisa lebih mudah membeli pupuk dan hasil panen juga dihargai lebih baik. Harapannya produksi meningkat dan kesejahteraan petani ikut naik,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo juga secara langsung melakukan panen raya di areal persawahan Desa Cilebar dengan luasan sekitar 600 hektare dalam satu hamparan. Hasil panen tersebut langsung diserap oleh Bulog dengan harga sekitar Rp7.000 per kilogram.Adapun rata-rata hasil panen di wilayah tersebut mencapai 6 hingga 8 ton per hektare, menunjukkan produktivitas pertanian Karawang yang masih sangat tinggi dan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.(Kry)


