Karawang, Intalasiberita.com–Bupati Karawang H.Aep Syaepuloh menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Karawang tidak mengenal istilah ring satu maupun wilayah prioritas tertentu.
Seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan, termasuk melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Aep saat menghadiri kegiatan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Karawang yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan perbankan, serta para pelaku usaha, Kamis (28/1/2026).
“Saya ingin menegaskan, tidak ada istilah ring satu dan ring lainnya di Karawang.Semua wilayah sama dan memiliki hak yang sama untuk dibangun,” tegas Bupati Aep.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada APINDO yang selama ini aktif menjalin komunikasi serta kolaborasi positif dengan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal masa kepemimpinannya, program Rutilahu terus mengalami peningkatan yang signifikan.Pada tahun 2023, Pemkab Karawang membangun sebanyak 2.200 unit rumah tidak layak huni.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.500 unit pada tahun 2024, dan pada tahun 2026 ditargetkan kembali naik menjadi 2.700 unit.“Target ini kami naikkan karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” ujarnya.Bupati Aep
Kabupaten Karawang memiliki 30 kecamatan, 297 desa, dan 12 kelurahan, dengan jumlah rumah tidak layak huni yang masih mencapai sekitar 12 ribu unit.
Oleh karena itu, peningkatan target Rutilahu dinilai sebagai langkah realistis untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Tidak mungkin masyarakat harus menunggu dua atau tiga tahun lagi untuk mendapatkan rumah yang layak.Karena itu, target Rutilahu terus kami tingkatkan,” katanya.
Ia menyebutkan, anggaran pembangunan satu unit rumah Rutilahu mencapai sekitar Rp46 juta.Meski membutuhkan anggaran besar, Pemkab Karawang tetap berkomitmen menjadikan program tersebut sebagai prioritas utama.“Bagi saya tidak masalah.Yang terpenting masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak, tidak kehujanan saat hujan dan tidak kepanasan,” ucapnya.
Selain itu, Bupati Aep juga mengapresiasi kinerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang yang dinilai semakin optimal dalam menjalankan program-program perumahan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Rutilahu dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.
“Kami bangun semuanya.Ada Muslim, Nasrani,Hindu, semuanya sama.Ini masyarakat Karawang,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Aep turut menyinggung tantangan fiskal daerah akibat adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi.
Meski demikian,Pemkab Karawang tetap berkomitmen menjaga program-program prioritas, khususnya di sektor pendidikan dan penanganan bencana.
“Saya bahkan menambah anggaran Program Karawang Cerdas sebesar Rp 30 miliar.Pendidikan tetap menjadi prioritas,” ungkapnya.
Bupati Aep berharap sinergi antara pemerintah daerah, APINDO, dunia usaha, dan perbankan terus diperkuat agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Karawang dapat dirasakan secara merata.
“Kalau semua kita kerjakan bersama, insyaallah manfaatnya akan lebih terasa bagi masyarakat Karawang,” pungkasnya.(Kry)

