Karawang Intalasiberita.com-Dalam beberapa pekan terakhir, hujan deras yang mengguyur wilayah [nama daerah] menyebabkan sejumlah permukiman warga terendam banjir. Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian di antaranya hampir roboh.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) langsung melakukan langkah penanganan secara emergensi agar warga terdampak segera mendapatkan hunian yang layak.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PRKP, AUP, ditemui di sela-sela rapat di Kantor Bupati pada Selasa (27/01/2026), menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari masyarakat.
“Alhamdulillah, memang banyak masukan dan laporan yang masuk ke kami. Saat ini tercatat sekitar 25 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, karena masuk kategori darurat, proses pembangunan kembali rumah warga harus segera dilakukan.
“Karena ini emergensi, harus segera dibangun. Kasihan masyarakat kalau dibiarkan, mereka mau tinggal di mana. Maka kami sudah mulai melakukan aksi langsung di lapangan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pendataan, wilayah Tirtajaya menjadi kawasan paling terdampak. Di daerah tersebut dilaporkan lima rumah roboh akibat banjir.
“Minggu kemarin sudah kami lakukan survei, dan sekarang sudah mulai kami upayakan pelaksanaan pembangunannya,” tambahnya.
Dinas PRKP menargetkan pembangunan rumah-rumah terdampak dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan sebelum Ramadan, bahkan sebelum puasa, warga sudah bisa kembali menempati rumahnya,” harap AUP.
Sementara itu, untuk program pembangunan rumah secara keseluruhan pada tahun ini, Dinas PRKP menganggarkan sekitar 2.400 unit rumah dari target tahunan sebanyak 2.500 unit.
“Kalau yang emergensi saat ini ada 25 unit, dan itu akan segera kami selesaikan,” pungkasnya.(Kry)
