Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi lintas generasi keluarga besar Kemenag, mulai dari para aparatur yang masih aktif hingga para purnabakti yang telah mengabdikan diri puluhan tahun bagi pelayanan keagamaan dan umat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Karawang, Aep Saepudin, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh dan aparatur yang telah berjasa bagi pembangunan kehidupan keagamaan di daerah.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi wujud penghargaan kepada para purnabakti yang telah memberi kontribusi besar bagi Karawang, khususnya dalam menjaga harmoni dan kehidupan keagamaan,” ujar Aep.
Ia menilai, tradisi Riung Mungpulung dan Pranata Mangsa tidak hanya memperkuat ikatan kekeluargaan, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sejalan dengan semangat keagamaan.
“Tradisi ini adalah bagian dari budaya kita. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, rasa hormat, dan syukur atas pengabdian yang telah diberikan. Ini perlu terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.
Aep berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi sarana untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kepentingan umat beragama serta memperkokoh kerukunan di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan dengan baik dan menjadi ruang yang menyejukkan dalam merawat kehidupan beragama yang harmonis di Karawang,” pungkasnya.(Kry)

Lintas Indonesia
Taktis.web.id
Zonix.web.id
Pojok Media
Politikanews
Gepani.web.id
Borneonews.web.id
Kalbarsatu.web.id
Karawang Bergerak
Bukafakta.web.id
Radarkita.web.id
Inspirasi.web.id
Indeka.web.id
Kampara.web.id
Linkbisnis.co.id
Expose.web.id
Suarakotasiber
RIzki Suarana