Ia menjelaskan, sebagian anggaran difokuskan pada penyediaan alat-alat produksi, sementara program lainnya diarahkan untuk sertifikasi halal, pengembangan kemasan, branding produk, hingga partisipasi UMKM dalam berbagai kegiatan bazar.
“Memang ada beberapa kegiatan yang saat ini masih menunggu rencana aksi daerah, yang nantinya akan didorong langsung oleh pimpinan daerah untuk peningkatan ekonomi,” ujar Dindin.
Menurutnya, penguatan ekonomi daerah membutuhkan terobosan baru yang dilaksanakan secara kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Dengan dukungan data dan pendanaan yang sudah tersedia, pemerintah siap mendorong lahirnya wirausaha baru, termasuk melalui berbagai pelatihan keterampilan.
“Kita akan kolaborasi dengan beberapa OPD, ada yang bergerak di bidang perekonomian, pertanian, hingga P3A. Semua sedang kita persiapkan agar program ini bisa berjalan selaras,” katanya.
Untuk peningkatan UMKM ke depan, Dinas Koperasi juga menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perhotelan dan penyedia layanan lainnya, guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.
“Kita terus meng-update kegiatan apa saja yang bisa berdampak langsung pada peningkatan kelas UMKM, sehingga mereka bisa naik level dan lebih berdaya saing,” pungkasnya.(Kry)

Lintas Indonesia
Taktis.web.id
Zonix.web.id
Pojok Media
Politikanews
Gepani.web.id
Borneonews.web.id
Kalbarsatu.web.id
Karawang Bergerak
Bukafakta.web.id
Radarkita.web.id
Inspirasi.web.id
Indeka.web.id
Kampara.web.id
Linkbisnis.co.id
Expose.web.id
Suarakotasiber
RIzki Suarana