Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

FKUB, Umat Budha dan Karang Taruna Mengisi Bulan Suci Ramadhan dengan Berbagi Ta'jil dan Webinar Moderasi Beragama.

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T12:25:33Z
Karawang Intalasiberita.com-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang bersama umat Buddha menggelar aksi berbagi takjil di depan Vihara Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir. H. Juanda, Karawang, Jawa Barat, Jumat (27/2/2026). 

Sebanyak 1.000 porsi kuliner khas Ramadan dibagikan kepada masyarakat dan habis dalam waktu kurang dari 40 menit. Antusiasme warga mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Karawang.

Kegiatan ini menjadi simbol harmoni antarumat beragama dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan di Kabupaten Karawang.
Tak hanya berbagi takjil, FKUB juga berkolaborasi dengan Karang Taruna Kabupaten Karawang menggelar kegiatan bertajuk RAMAH TARUNA (Ramadan Aksi Moderasi Antar Umat Bersama Karang Taruna).Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk webinar yang menghadirkan sejumlah tokoh daerah sebagai narasumber.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, M.Si., Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Dr. Dhani Sudirman, serta Ketua FKUB Kabupaten Karawang KH. Masykur H. Mansyur sebagai narasumber utama.

Acara dimulai pukul 14.15 WIB dengan rangkaian pembukaan oleh Teh Agi, doa yang dipimpin Dr. Dhani Sudirman, laporan Ketua Panitia Alin Kastanya Lucrectia, sambutan Ketua Karang Taruna, amanat Kepala Kantor Kementerian Agama, serta pemaparan materi oleh Ketua FKUB. Kegiatan dipandu oleh Kang Yudha.











Dalam paparannya, KH. Masykur  menegaskan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat majemuk. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang dialog dan refleksi bersama guna memperkuat semangat kebangsaan serta mempererat persaudaraan lintas agama.

“Moderasi beragama berlandaskan prinsip adil dan seimbang, yakni menempatkan segala sesuatu secara proporsional, jujur, dan tidak memihak, serta berada di tengah-tengah antara dua ekstrem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip tersebut mencakup keadilan sosial, persamaan hak, serta keharmonisan hidup—baik terhadap diri sendiri, sesama, maupun lingkungan. 

Dalam praktiknya, sikap moderat dapat diwujudkan melalui penegakan keadilan tanpa memandang status sosial, menyeimbangkan kepentingan dunia dan akhirat, serta bersikap objektif dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
KH. Masykur juga memaparkan empat indikator moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penghormatan terhadap budaya. 

Menurutnya, kesadaran akan kebhinekaan dan keterbukaan terhadap budaya lain menjadi kunci terciptanya perdamaian dan persatuan.

Kegiatan ini dihadiri unsur Kementerian Agama beserta jajaran, pengurus FKUB, Karang Taruna, tokoh lintas iman, tokoh perempuan, serta Ketua GOW Kabupaten Karawang. 

Para peserta webinar tampak aktif menyampaikan gagasan dan inspirasi mengenai pentingnya menjaga moderasi dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui aksi sosial dan dialog kebangsaan ini, FKUB Karawang bersama elemen pemuda berharap semangat kerukunan antarumat beragama semakin kokoh dan terus terawat di tengah keberagaman masyarakat. (Kry)
×
Berita Terbaru Update