Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Pupuk Kujang Kirim Bantuan ke Daerah Rawan Banjir Karawang

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T07:44:34Z

Karawang Intalasiberita.com-PT Pupuk Kujang Cikampek menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah langganan banjir di Kabupaten Karawang.Pada Hari Rabu 21 Januari 2026.


Bantuan disebar ke berbagai titik terdampak, mulai dari kawasan pesisir utara hingga permukiman di daerah aliran sungai (DAS) wilayah barat daya Karawang.


Banjir kembali melanda Karawang dalam sepekan terakhir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sedikitnya 21 wilayah terdampak. Selain pesisir utara yang dilanda banjir rob, genangan juga terjadi di kawasan DAS yang dilintasi Sungai Citarum dan Sungai Cibeet.


Salah satu wilayah terdampak berada di Kampung Mujiah, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Timur. Kampung ini terletak di kelokan Sungai Cibeet, tepatnya di area point bar atau bagian dalam kelokan sungai. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah hampir dikelilingi aliran sungai dan berada di dataran rendah.

Faktor geomorfologi dan hidrologi menjadi penyebab utama kawasan ini kerap terendam banjir. Kontur tanah yang rendah, posisi wilayah yang hampir dikepung sungai, serta tingginya debit air saat hujan menyebabkan Kampung Mujiah menjadi daerah rawan. Letaknya yang berada di bagian paling belakang desa juga membuat kawasan ini kerap terisolasi saat banjir terjadi.


“Dengan kondisi tersebut, kami memprioritaskan penyaluran bantuan ke wilayah ini,” ujar VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kujang, Agung Gustiawan, Rabu (21/1).


Agung mengatakan, bantuan logistik yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian perusahaan untuk meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabanjir.


“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu kebutuhan darurat warga. Pupuk Kujang terus mendukung proses pemulihan para penyintas,” katanya.


Kepala Desa Mekarmulya, Dalim Rudyansyah, menyebut bantuan tersebut sangat membantu warga yang terdampak cukup parah. Menurutnya, hingga kini masih banyak rumah warga yang dipenuhi lumpur. Selain itu, banjir juga berdampak pada sektor ekonomi warga.


“Sawah petani terendam, produksi perajin batu bata rusak, dan peternak ikan patin kehilangan ikan. Bantuan ini sangat ditunggu masyarakat. Kami akan menyalurkannya secara merata kepada warga penyintas banjir,” ujar Dalim.


Sebelumnya, Pupuk Kujang juga menyalurkan bantuan ke Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, yang diterjang banjir rob dari laut. Bantuan bahan makanan diterima langsung oleh Camat Cibuaya Ahmad Mustopa di Pantai Sedari, Rabu (14/1).


Penyaluran bantuan dilakukan bersama Pemerintah Daerah Karawang dengan menyisir sejumlah desa pesisir, di antaranya Desa Kutamakmur dan Srikamulyan di Kecamatan Tirtajaya, serta Desa Cibuaya dan Sedari di Kecamatan Cibuaya.


“Kami mengapresiasi Pupuk Kujang yang bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam merespons banjir ini. Kami pastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” kata Mustopa.


Ia menambahkan, banjir dengan ketinggian bervariasi, rata-rata setinggi lutut orang dewasa, telah memasuki rumah-rumah warga. Saat penyaluran bantuan, air masih menggenangi jalan menuju Desa Sedari.


Limpasan air sungai yang diperparah banjir rob turut merendam sawah warga. Wakil Bupati Karawang, Maslani, yang memimpin penyerahan bantuan, menyatakan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pupuk Kujang, terus berupaya mempercepat pemulihan warga terdampak.Pemda juga berupaya agar aktivitas pertanian tetap berjalan.


“Kami berharap bantuan ini segera dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya.


Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena fase bulan baru pada 19 Januari 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum dan memicu banjir pesisir atau rob.


Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan, berdasarkan pantauan data ketinggian air dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.


“Banjir pesisir berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, serta sektor perikanan dan pertambakan,” kata Eko


Untuk pesisir Jawa Barat, banjir rob diperkirakan berpotensi terjadi pada 13–20 Januari 2026 serta 28 Januari–3 Februari 2026.(Kry

×
Berita Terbaru Update