Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Gebyar PATEN Pangkalan Hadirkan Inovasi "Sampah Jadi Berkah", Hasil Penjualan Limbah Dialokasikan untuk Penanganan Stunting

Rabu, 08 Juli 2026 | Juli 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-08T15:09:36Z
Karawang Intalasiberita.com–Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Selasa (8/7/2026), menghadirkan inovasi berbeda dibanding pelaksanaan PATEN di kecamatan lainnya. 

Selain mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, Kecamatan Pangkalan memperkenalkan program pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Pangkalan menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan sebagai mitra pengelola limbah plastik.Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Karawang, H.Maslani.

Camat Pangkalan, Catur Teguh Imam Sugiharto, SSTP., MM., menjelaskan bahwa inovasi pengelolaan sampah tersebut diberi nama SAJADAH (Sampah Jadi Berkah).Program ini bertujuan mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang hasilnya dikembalikan kepada masyarakat.

Menurut Catur, pihak kecamatan bekerja sama dengan pengepul yang siap membeli limbah botol plastik hingga lebih dari satu ton setiap bulan.Dengan harga jual sekitar Rp7.000 per kilogram, hasil penjualan satu ton sampah plastik dapat mencapai sekitar Rp7 juta setiap bulan.

"Pendapatan dari hasil penjualan sampah tersebut akan kami manfaatkan untuk mendukung program penanganan stunting dan kegiatan sosial lainnya.Jadi, sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, selain dijual kepada pengepul, limbah plastik juga akan diolah bersama sebuah yayasan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah, seperti papan daur ulang, meja, kursi, paving block, roster, hingga bahan bangunan lainnya.

Melalui inovasi ini, masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah.Program tersebut melibatkan pemerintah desa, sekolah, serta berbagai elemen masyarakat agar sampah plastik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), melainkan dapat dimanfaatkan kembali.

Catur menjelaskan, gerakan tersebut juga memiliki program turunan berupa Sedekah Sampah.Dalam program itu, masyarakat dan para pelajar diajak mengumpulkan sedikitnya tiga botol bekas air minum setiap pekan. 

Dari gerakan sederhana tersebut, Kecamatan Pangkalan mampu mengumpulkan hampir satu ton botol plastik setiap bulan.

"Jika dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai ekonomi yang tinggi.Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasilnya juga bisa membantu pembiayaan program sosial, termasuk penanganan stunting," katanya.

Melalui inovasi SAJADAH, Kecamatan Pangkalan berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus menjadikan sampah sebagai sumber manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi pembangunan dan kesejahteraan warga.(Kry)
×
Berita Terbaru Update