Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita
Intalasiberita.com All Right Reserved - Published By Mahesaweb

Iklan

Iklan cv

Tag Terpopuler

Baru Dua Bulan Dibangun, Jalan Tamansari–Ciptasari Mulai Retak, Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T02:20:45Z
Karawang Intalasiberita.com-pembangunan infrastruktur jalan desa di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Belum lama selesai dikerjakan, sejumlah bagian ruas jalan justru mulai menunjukkan keretakan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan serta pengawasan terhadap proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah.pada hari jumat 4-9-2026.

Salah satunya terlihat pada ruas jalan yang menghubungkan Kampung Cijalekan, Desa Tamansari, menuju Kampung Cisadang, Desa Ciptasari. Jalan yang diperkirakan baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan tersebut kini sudah tampak mengalami retak pada sejumlah bagian permukaannya.

Kondisi tersebut tentu cukup memprihatinkan. Sebab, jalan yang masih tergolong baru seharusnya memiliki daya tahan yang baik dan belum menunjukkan kerusakan berarti apabila proses pengerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis.
Muncul dugaan, keretakan tersebut berkaitan dengan kualitas material, proses pelaksanaan, ketebalan konstruksi, hingga tahapan pemadatan yang perlu dipastikan kembali. Namun, penyebab pasti kerusakan tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.

Yang menjadi pertanyaan publik, bagaimana mungkin jalan yang baru seumur jagung sudah mulai retak? Apakah pekerjaan tersebut benar-benar telah dilaksanakan sesuai spesifikasi dan standar teknis yang ditetapkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang?

Terlebih, pembangunan jalan menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya bersumber dari uang rakyat. Karena itu, kualitas pekerjaan seharusnya menjadi prioritas, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek.
Kerusakan dini pada infrastruktur juga berpotensi membuat pemerintah harus kembali mengeluarkan anggaran untuk melakukan perbaikan. Jika hal tersebut terjadi, masyarakat tentu berhak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus kualitas pengawasan proyek.

Pihak Dinas PUPR Kabupaten Karawang diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Pemeriksaan lapangan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah keretakan disebabkan faktor teknis, kondisi tanah, beban kendaraan, maupun kemungkinan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Begitu pula dengan pihak pelaksana pekerjaan, diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai metode pengerjaan, spesifikasi material, ketebalan jalan, serta masa pemeliharaan proyek.

Publik tentu tidak ingin pembangunan infrastruktur hanya terlihat bagus saat baru selesai, tetapi beberapa bulan kemudian mulai rusak dan kembali menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Jika benar ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, evaluasi dan tindakan tegas perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Sebab, membangun jalan bukan hanya soal menghampar material dan mengejar target selesai, tetapi juga memastikan hasilnya berkualitas dan mampu digunakan masyarakat dalam jangka panjang.(Kry)
×
Berita Terbaru Update