Karawang, Intalasiberita.com–Semangat persatuan dan kerukunan antarumat beragama terus diperkuat di Kabupaten Karawang. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, Rumah Moderasi Antaragama menggelar Harmoni Nusantara di Rumah Pancasila, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dikemas dalam berbagai aksi sosial, mulai dari bakti sosial, pengobatan gratis, donor darah hingga pembagian bingkisan kepada masyarakat.
Harmoni Nusantara menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan denominasi untuk membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ketua Panitia Harmoni Nusantara, Erick, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari semangat masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Ini sebenarnya kegiatan yang tumbuh dari masyarakat. Kebetulan kami menjadi panitia Hari Jadi Karawang ke-393, dan kegiatan ini merupakan rangkaian Harmoni Nusantara. Salah satunya adalah kegiatan bakti sosial,” ujar Erick.
Menurut Erick, kegiatan sosial tersebut bukan sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga tanpa melihat latar belakang agama maupun komunitas.
Selain pengobatan gratis dan donor darah, panitia juga menyiapkan bingkisan untuk masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan Harmoni Nusantara mendapat dukungan dari para ketua RW dan masyarakat sekitar. Kawasan tersebut selama ini dikenal dengan identitas sebagai Kampung Pancasila dan Kampung Moderasi.
“Di sini kami didukung RW sekitar yang mempunyai branding Kampung Pancasila dan Kampung Moderasi. Berbagai denominasi yang ada juga ikut terlibat,” katanya.
Erick menilai keberagaman bukanlah penghalang dalam membangun persaudaraan. Justru, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika seluruh elemen masyarakat mampu duduk bersama dan melakukan kegiatan yang memberikan manfaat.
Keterlibatan warga lintas agama dan komunitas terlihat dalam kegiatan tersebut. Mulai dari umat Katolik, GKP, Fatayat hingga masyarakat yang aktif di lingkungan DKM turut berbaur dalam aksi sosial.
“Di sini ada warga Katolik, ada GKP, ada teman-teman Fatayat, dan ada juga yang aktif di DKM. Jadi denominasi yang ada bersatu. Kami senang bisa dipersatukan melalui kegiatan sosial seperti ini,” ungkap Erick.
Tidak berhenti pada kegiatan sosial, rangkaian Harmoni Nusantara juga akan dilanjutkan dengan agenda kepedulian terhadap masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut dirangkai dengan doa bersama sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan.
Erick berharap Harmoni Nusantara dapat menjadi contoh bahwa perbedaan agama dan latar belakang bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi energi untuk membangun kepedulian dan persaudaraan.
“Kami berharap ke depan ini bisa menjadi contoh atau bisa di-copy paste oleh daerah lainnya. Bahwa dari berbagai umat dan agama, termasuk berbagai elemen masyarakat, kita bisa berbaur dan melakukan kegiatan bersama,” tuturnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun Karawang yang harmonis, rukun, dan toleran. Kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan sosial diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan hari besar, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Harmoni Nusantara, Rumah Moderasi Antaragama ingin menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan. Perbedaan dapat dirajut menjadi persatuan ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kemauan untuk hidup berdampingan.
Semangat gotong royong dan toleransi itu diharapkan terus mengakar di tengah masyarakat Karawang, sekaligus memperkokoh persaudaraan dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Kry)

